Mancing Uang Ala Habib Hasan Baharun

Ditengah keheningan suatu malam, Ustadz Segaf Baharun dibangunkan oleh ayahanda beliau Al Habib Hasan bin Ahmad Baharun.

Segaf, ikut abi (ayah), kita jalan jalan. Kata Habib Hasan Baharun

Pertengahan malam ini kita jalan-jalan? Ngapain? Tanya Habib Segaf Baharun

Kita jalan-jalan mancing, Ayo ikut aja abi. Jawab Habib Hasan Baharun

Mancing? Mancing apa tengah malam? Tanya Habib Segaf Baharun lagi.

Kita mancing uang. Ujar Habib Hasan Baharun

Habib Segaf Baharun bangkit dari ranjang menta'ati beliau namun mimik wajah heran tentunya masih berbekas jelas, Habib Segaf Baharun menemani ayahanda beliau jalan-jalan di keheningan malam yang gelap menuju pasar Bangil - Jawa timur.

mancing-uang-ala-habib-hasan-baharun

Di pasar Bangil nampak jelas sejauh mata memandang di samping setiap beberapa bangunan, ada para fakir miskin tertidur, tukang becak lelap pulas dalam posisi duduk dan pemulung dengan karung-karung bawaannya. 

Habib Hasan Baharun mengeluarkan lembaran-lembaran uang lima ribuan yang keseluruhannya berjumlah Rp.200.000. 

Masing-masing lembaran lima ribuan diselipkan di saku para fakir miskin, tukang becak, pemulung, yang terlelap pulas di setiap sudut pasar itu. Namun ternyata uang yang dibagikan belum habis. Beliau masih mencari mereka yang tidur pulas di Pasar Bangil hingga uang Rp. 200.000 seluruhnya dibagikan.

Tentunya lembaran lima ribuan nilai yang sangat besar ketika itu. Keesokan harinya, Habib Hasan Baharun memberikan kabar gembira kepada Habib Segaf Baharun. Beliau menceritakan hasil “Mancing uang” di Pasar Bangil semalam. 

Ternyata hari itu uang Rp.200.000 digantikan Allah dengan rezeki dari berbagai penjuru. Jumlah keseluruhannya tidak kurang dari Rp. 20.000.000 yang keseluruhannya sepenuhnya digunakan untuk kebutuhan pesantren dan para santri.

Trik Mancing Uang Ala Habib Hasan Baharun

Acara “Mancing uang” Habib Hasan Baharun tentunya adalah ketulusan beliau untuk peduli pada mereka yang membutuhkan dan keteguhan keyakinan beliau pada Ayat Allah:

مثل الذين ينفق أموالهم فى سبيل الله كمثل حبة أنبتت سبع سنابل فى كل سنبلة مائة حبة, و الله يضاعف لمن يشاء و الله واسع عليم

Semoga kita semua diberikan rezeki yang berkecukupan oleh Allah dan dapat mengambil hikmah dari cerita diatas. Amin

Al Habib Hasan Baharun Sang Murabbi

Al Habib Hasan bin Ahmad Baharun, adalah seorang Ulama yang lahir di Pulau Madura, tepatnya di Sumenep pada 11 Juni 1934. Beliau dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah yang terletak di Desa Raci, Bangil, Pasuruan Jawa Timur.

habib-hasan-baharun

Al Habib Hasan bin Ahmad Baharun merupakan putra pertama dari empat bersaudara dari pasangan Al Habib Ahmad bin Husein bin Thohir bin Umar Baharun dengan Fathmah binti Bakhabazi. Sejak masih kecil, Beliau sudah ditanamkan kedisiplinan dan kesederhanaan oleh kedua orang tuan beliau hingga mengantarkan Al Habib Hasan Baharun menjadi sosok yang ber-akhlaq tinggi dan pribadi dipenuhi sifat-sifat terpuji.

Pendidikan Al Habib Hasan Baharun

Selain mendapat didikan langsung dari kedua orangtua beliau, Al Habib Hasan Baharun juga menempuh Pendidikan Dasar di Madrasah Makarimal Akhlaq, Sumenep. Beliau juga berguru pada sang kakek, yaitu Ustadz Ahmad bin Muhammad Bakhabazi. Al Habib Hasan Baharun juga menimba ilmu dari paman-paman beliau sendiri seperti, Ustadz Ustman bin Ahmad Bakhabazi dan Umar bin Ahmad Bakhabazi.

Selepas menamatkan Madrasah, Al Habib Hasan bin Ahmad Baharun melanjutkan pendidikan ke PGA di Sumenep, namun hanya sampai kelas 4. Beliau kemudian melanjutkan sekolah menengah (SMEA) di Surabaya. Di kota pahlawan itu, Beliau juga berguru pada Al Habib Umar Ba’agil. Selain belajar ilmu agama, Al Habib Hasan Baharun sejak usia remaja telah menjadi seorang aktivis gerakan keislaman. Beliau aktif di Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) dan Pandu Fatah Al-Islam di Sumenep.

Dakwah Al Habib Hasan Baharun

Setamat dari SMEA, Beliau mengikuti ayah beliau berdakwah sembari berdagang ke Pulau Masalembu. Keluarga Al Habib Hasan Baharun dikenal sebagai keluarga yang ramah dan suka membantu siapa saja. Apabila ada orang yang tidak mampu membayar hutangnya, maka disuruh membayar semampunya, bahkan tak jarang dibebaskan dari seluruh hutang-hutangnya.

Tahun 1966, Beliau merantau ke Pontianak dan mulai berdakwah dari satu desa ke desa yang lainnya. Uniknya, selama berdakwah beliau selalu membawa seperangkat pengeras suara agar tidak merepotkan masyarakat dan kebetulan saat itu alat pengeras suara masih sangat langka. Beliau juga membawa tabir (kain pemisah) untuk menghindari terjadinya ikhtilat (pencampuran) antara laki-laki dan perempuan dalam setiap pertemuan yang beliau selenggarakan.

Selain berdakwah, Al Habib Hasan Baharun aktif di Partai Nahdlatul Ulama. Ia dikenal sebagai juru kampanye (jurkam) yang berani dan tegas dalam menyampaikan kebenaran. Sehingga, beliau sempat diperiksa dan ditahan oleh aparat keamanan. Pada saat itu, masyarakat akan melakukan demostrasi besar-besaran apabila tidak dikeluarkan. Atas jaminan dan bantuan salah satu paman beliau, akhirnya Al Habib Habib Hasan bin Ahmad Baharun dibebaskan.

Sekitar tahun 1970, atas permintaan dan perintah dari ibunya beliau pulang ke Madura. Namun, beliau masih sempat berdakwah ke Pontianak dan mengajar bahasa arab di Pesantren Gondanglegi (Malang). Selain itu, beliau juga mengajar di pondok pesantren Sidogiri (Pasuruan), Salafiyah Asy-Syafi’iyah (Asembagus, Situbondo), Langitan (Tuban) dan lain-lain.

Kecintaan Al Habib Hasan Bahrun terhadap Bahasa Arab

Al Habib Hasan bin Ahmad Baharun dari masa muda beliau, telah memiliki rasa cinta untuk menyebarluaskan bahasa Arab. Niat beliau tidak lain adalah kecintaan dan menjalankan perintah Nabi Muhammad saw sebagaimana sabdanya, ”Belajarlah kalian bahasa Arab dan ajarkanlah kepada umat manusia.”

Sumbangsih Al Habib Hasan Baharun terhadap dunia Bahasa Arab bisa kita lihat dalam karya–karya tulis beliau, antara lain Kamus Al-‘Ashriyah (Kamus Modern), Kitab Muhawarah I, Kitab Muhawarah II, Al-Af’al Al-Yaumiyyah dan Al-Asma Ál-Yaumiyyah. Kitab-kitab yang dikarang beliau itu merupakan kitab-kitab yang cukup populer di dunia pesantren dan perguruan tinggi Islam.

Dari Kecintaan Al Habib Hasan Baharun terhadap Bahasa Arab akhirnya Al Habib Hasan bin Ahmad Baharun mendirikan pesantren tepatnya pada tahun 1982. Awalnya ada 6 orang santri yang belajar di rumah sewa di Kota Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Dengan sarana dan prasarana yang sangat sederhana para santri tersebut dibina langsung oleh beliau dan Al Habib Ahmad Assegaf. Perkembangan selanjutnya, pada tahun 1983 pondok pesantren yang beliau dirikan mulai membuka atau menerima santri putri yang berjumlah 16 orang yang bertempat di daerah yang sama. Keadaan (tempat pondok pesantren) terus berpindah-pindah tempat dan sampai 11 kali kontrak rumah hingga tahun 1984.

Dengan jumlah santri yang terus berkembang serta tempat (rumah sewa) tidak dapat menampung jumlah santri, maka pada tahun 1985 Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah pindah ke sebuah desa yang masih jarang penduduknya dan belum ada sarana listrik, tepatnya di Desa Raci, Kecamatan Bangil.

Jumlah santri pada waktu itu sebanyak 186 orang santri yang terdiri dari 142 orang santri putra dan 48 orang santri putri (sekarang sekitar 7500 Santri & santriwati pada tahun 2017).

Setelah Al Ustadz Al Habib Hasan bin Ahmad Baharun wafat pada 8 Shafar 1420 H atau 23 Mei 1999, pondok ini kemudian diasuh oleh salah satu anak beliau, yakni Habib Ali Zainal Abidin bin Al Habib Hasan bin Ahmad Baharun yang merupakan murid asuhan Almarhum Abuya Al Habib Muhammad bin ‘Alawi bin ‘Abbas al-Maliki.

Hingga saat ini lahan yang ada telah mencapai kurang lebih 4 Ha dan telah hampir terisi penuh oleh bangunan sarana pendidikan dan asrama santri dengan jumlah santri sekitar 1500 yang berasal dari 30 propinsi di Indonesia, negara-negara Asia Tenggara dan Saudi Arabia.

Santri-santri dibina oleh tidak kurang 100 orang guru dengan lulusan/alumni dalam dan luar negeri. Ditambah dengan pembantu yang diikutkan belajar sebanyak sekitar 95 orang .

Sebelum Al Habib Hasan Baharun Wafat, beliau juga selalu memberikan nasihat santri-santri beliau untuk selalu berbicara bahasa arab dengan niat mengikuti (ittiba’) dan meneruskan bahasa yang keluar dari mulut Nabi Muhammad SAW. Karena bahasa arab adalah bahasa Al-Qur’an yang suci dan bahasa ahli surga.

Semangat beliau dalam mensyi'arkan bahasa Arab tertanam sejak berusia muda. Ia selalu berpindah-pindah dari pesantren ke pesantren lain, dari madrasah ke madrasah lain. Beliau selalu memperkenalkan kepada para pelajar cara belajar bahasa arab dengan mudah dan gampang di mengerti serta di pahami terutama bagi para pemula.

Dalam pengajaran nya beliau selalu memperkenalkan yang pertama kali adalah: isim, fiil dan huruf. Beliau selalu berkata,” Bahwa bahasa arab tidak keluar dari tiga unsur diatas, itu semua dilakukan agar orang-orang gemar dan tidak merasa sulit dalam belajar bahasa Arab.”

Semoga kita semua dapat mengambil taudalan dari Biografi Al Ustadz Al Habib Hasan Baharun. Amin. - Santri Dalwa

Dikutip dari website resmi Al Habib Segaf Bin Al Habib Hasan Baharun - http://alhabibsegafbaharun.com/

Panduan Menulis Blog untuk Pemula

Menulis blog adalah salah satu tantangan yang berat bagi seorang Blogger. Tidak konsisten dan kurangnya pengetahuan dalam menulis artikel blog dapat memutuskan semangat blogger pemula atau pun senior.

Ada begitu banyak motivasi seseorang dalam menulis blog. Mulai dari berbagi pengalaman, arsip/catatan pelajaran, sampai menulis blog menghasilkan uang.

Belajar menulis blog untuk pemula

Terlepas dari bermacam-macam motivasi seorang Blogger untuk menulis. Ada hal yang tidak kalah penting dari motivasi itu sendiri. Yaitu Menulis blog untuk pemula.

Berikut ini panduan singkat menulis blog untuk pemula.

Panduan Menulis Blog

Hal yang perlu dilakukan seorang blogger sebelum menulis sebuah artikel yang baik dan dapat dipahami oleh mesin Google atau pembaca adalah Riset.

Riset bahan yang akan kita olah menjadi sebuah artikel yang baik dan bermanfaat.

Cara riset paling mudah adalah dengan menuliskan kata kunci (keyword) di Google. Sebagai contoh: kamu ingin menulis sebuah artikel yang berkaitan tentang "menulis blog" maka akan muncul beberapa blog yang berisikan artikel terkait dengan "menulis blog".

Artikel yang berkaitan tersebut bisa kamu pakai sebagai bahan referensi dalam menulis artikel nantinya.

Selain artikel yang muncul dari hasil pencarian dengan kata kunci (keyword) tersebut. Kita juga bisa memanfaatkan related keyword.

Related keyword adalah kata kunci terkait dengan kata kunci utama yang biasa ditulis dan dicari oleh orang pada mesin pencari Google.

Sebagai contoh: kamu mengetik-kan kata kunci "menulis blog" maka akan muncul beberapa kata kunci terkait. Misalnya: menulis blog dibayar, cara membuat blog, cara menulis blogger, contoh blog pribadi, dan syarat membuat blog.

Kata kunci terkait biasanya muncul di kolom kata kunci atau di bagian bawah hasil penelusuran di Google.

Catatan: jika kamu menulis blog pribadi, menulis pengalaman, dan artikel sejenisnya maka hal-hal diatas bisa kamu lewati.

Setelah melakukan riset maka saatnya kalian merangkai/menyusun judul yang baik dan menarik.

Judul yang baik dan menarik adalah judul yang memiliki panjang dan pendek standar. Tidak terlalu panjang dan juga tidak terlalu pendek.

Kalian bisa menggunakan SERP preview tool untuk melihat pratinjau artikel yang kalian tulis ketika muncul di hasil penelusuran Google.

Kalian bisa melihat pratinjau judul artikel, diskripsi, url hingga snippet ketika muncul di penelusuran Google. Hal ini biasa saya lakukan ketika ingin menulis sebuah artikel, termasuk artikel tentang menulis blog ini.

Pada tool tersebut juga sudah dilengkapi keterangan jumlah kata dalam sebuah judul atau diskripsi.

Setelah membuat judul yang baik untuk artikel blog. Sekarang perhatikan bagian Url/tautan pada blog. Biasanya terletak di bagian sebelah kanan jika kamu menulis blog dengan platform Blogspot.

Buatlah/ubahlah tautan agar menjadi singkat dan tidak terpotong. Misalkan pada artikel ini hanya memakai kata kunci "menulis blog" pada url/tautan artikel.

Kamu harus berhati-hati dalam menulis url/tautan artikel di platform Blogspot karena url/tautan pada Blogspot adalah tautan permanen dan tidak dapat diubah ketika artikel sudah dipublikasi.

Hal ini berbeda dengan platform Wordpress.org yang dapat diubah kapanpun kamu mau.

Artikel "menulis blog" bersambung... (nanti saya lanjutkan, insya allah).

Backlink adalah Network untuk Blog

Backlink itu ibarat sebuah jaringan untuk blog bisa mempunyai lingkungan yang luas. Backlink juga berguna untuk meningkatkan Domain Authority Moz.

F.A.Q tentang Backlink blog

Apa itu backlink?

Backlink adalah sebuah tautan URL blog kita yang diletakkan pada blog orang lain yang mana tautan URL tersebut akan kembali ke blog kita.

Backlink blog

Apa fungsi backlink?

Fungsi backlink adalah untuk meningkatkan memanipulasi penilaian google terhadap blog kita. Domain blog yang mempunyai backlink yang baik akan dianggap oleh google sebagai blog yang berkualitas untuk manusia dan mesin.

PBN - private blog network

Bagaimana cara membuat backlink berkualitas?

Cara membuat backlink berkualitas adalah membuat backlink yang natural dan relevan dengan tautan URL backlink blog kita dan blog orang lain yang menautkan URL blog kita.

Contoh Backlink

Dibawah ini adalah beberapa contoh backlink internal dan external.


Bagi kalian yang berniat memasang backlink pada blog Zama. Silahkan hubungi melalui halaman kontak. Semoga bermanfaat.